Betonisasi Jalan Desa Kemuning Diperbaiki, PUPR Kabupaten Serang Ancaman Blacklist Vendor

Masalah kualitas proyek betonisasi jalan di Desa Kemuning, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, kembali mencuat ke permukaan. Pekerjaan yang telah diselesaikan dalam beberapa waktu terakhir ini dikabarkan dikerjakan tanpa menggunakan tulangan besi yang memadai, sehingga mengalami kerusakan dan harus dibongkar kembali berdasarkan instruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang.

Investigasi Terkait Kualitas Pekerjaan

Tim investigasi Garuda News melakukan pemantauan langsung di lokasi dan menemukan sejumlah kejanggalan. Hingga saat ini, identitas vendor yang mengerjakan proyek tersebut tidak jelas, karena papan informasi proyek yang seharusnya dipasang tidak terlihat di tempat kerja.

Informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat mengungkapkan bahwa pekerjaan betonisasi jalan sepanjang 300 meter, lebar 3,5 meter, dan ketebalan 15 cm itu dilaksanakan tanpa tulangan besi. Hal ini berakibat fatal, di mana jalan yang baru saja selesai dibangun mengalami keretakan dan patah di beberapa titik.

Perintah Pembongkaran oleh Dinas PUPR

Menanggapi temuan ini, pada tanggal 23 Juli 2026, Dinas PUPR Kabupaten Serang memerintahkan dilakukannya pembongkaran dan perbaikan ulang. Dinas tersebut bahkan mengancam akan memberikan sanksi blacklist kepada pihak vendor yang terlibat.

Namun, hasil investigasi lanjutan menunjukkan bahwa setelah pekerjaan diperbaiki, masih terdapat sejumlah masalah. Warga setempat melaporkan bahwa penguatan tulangan yang dipasang dalam perbaikan kedua tampaknya hanya dilakukan sebagai formalitas. Proses pengerjaannya terkesan tergesa-gesa dan tidak memperhatikan kualitas yang seharusnya dijaga.

Penilaian Warga Terhadap Pekerjaan yang Diperbaiki

Salah satu warga Desa Kemuning yang enggan menyebutkan namanya menyatakan, “Meskipun ada tulangan yang dipasang, itu hanya untuk memenuhi syarat. Pengerjaan terlihat dikebut agar cepat selesai. Memang keretakan dan patahan tidak sebanyak sebelumnya, tetapi kualitasnya tetap buruk.”

Respons Dinas PUPR

Pada tanggal 20 Oktober 2026, ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Serang, Muliadi, memberikan tanggapan yang terkesan normatif. Ia menyatakan bahwa akan dilakukan pemeriksaan oleh tim teknis pelaksana, dan jika ditemukan kerusakan seperti retak atau patah, maka akan dilakukan proses grouting.

Pernyataan dari Kepala Bidang tersebut justru memunculkan sejumlah pertanyaan di kalangan publik. Mengapa pengawasan baru dilakukan setelah adanya laporan dari media? Di mana posisi pengawasan dari Dinas PUPR selama proses pengerjaan berlangsung hingga terjadi dua kali pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan?

Dugaan Praktik Korupsi dalam Penunjukan Vendor

Lebih jauh, investigasi mengenai vendor yang mendapatkan pekerjaan melalui sistem Penunjukan Langsung (PL) mengungkap dugaan bahwa proyek-proyek tersebut dibagikan kepada orang-orang terdekat di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Serang. Dugaan praktik korupsi ini akan terus didalami oleh tim investigasi Garuda News.

Panggilan Publik untuk Transparansi

Saat ini, masyarakat meminta kepada Dinas PUPR Kabupaten Serang untuk lebih berhati-hati dalam memberikan proyek kepada vendor. Mereka menginginkan agar tidak ada lagi pihak yang mengerjakan proyek dengan kualitas asal-asalan, yang berpotensi merugikan keuangan negara dan masyarakat.

Akibat dari Proyek yang Buruk

Kualitas buruk dari proyek betonisasi jalan desa tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Jalan yang seharusnya menjadi sarana penghubung yang aman dan nyaman justru menjadi sumber masalah, menghambat mobilitas warga dan mengurangi aksesibilitas ke berbagai layanan.

Selain itu, pemborosan anggaran akibat pekerjaan yang tidak sesuai standar dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi negara. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk memastikan bahwa semua proyek dikerjakan dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

Langkah-Langkah Perbaikan yang Diperlukan

Kesimpulan

Peristiwa betonisasi jalan di Desa Kemuning merupakan pengingat akan pentingnya kualitas dan pengawasan dalam setiap proyek infrastruktur. Dinas PUPR Kabupaten Serang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Exit mobile version