Dalam upaya meningkatkan kualitas pertanian di Sumatera Utara, anggota DPRD Sumatera Utara, Derliana Siregar, melaksanakan sosialisasi mengenai rancangan peraturan daerah (ranperda) yang berkaitan dengan sistem pertanian organik. Kegiatan ini diadakan pada Rabu, 22 Juni 2026, di Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami dan mendukung penerapan pertanian organik yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Pentingnya Sosialisasi Ranperda Sistem Pertanian Organik
Derliana Siregar dalam sambutannya menekankan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya untuk menyebarluaskan kebijakan daerah yang berfokus pada pertanian organik. Ia menjelaskan bahwa peraturan daerah ini sangat penting untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam bertani.
“Kami fokus pada penerapan sistem pertanian organik di wilayah pemilihan kami. Ini adalah langkah penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat beralih ke sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Target Pengesahan Ranperda
Ranperda tentang sistem pertanian organik ini ditargetkan akan disahkan menjadi Peraturan Daerah pada tahun 2027. Derliana berharap masyarakat akan aktif berpartisipasi dalam pengembangan pertanian organik, khususnya di Desa Hutapuli dan Desa Hutaraja, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina.
- Menjadi pelopor pengembangan pertanian organik di Indonesia.
- Meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
- Menunjang keberlanjutan lingkungan.
- Membuka peluang pasar baru untuk produk organik.
- Memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurut Derliana, pengesahan ranperda ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah strategis untuk masa depan pertanian di Sumatera Utara. “Kami berharap masyarakat dapat menyebarkan informasi ini kepada para petani agar mereka memahami manfaat pertanian organik,” tambahnya.
Manfaat Pertanian Organik bagi Masyarakat
Pertanian organik menawarkan banyak keuntungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas, terutama para petani. Dengan beralih ke sistem ini, petani tidak hanya dapat meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menjaga keberlangsungan lingkungan.
Berikut adalah beberapa manfaat utama dari pertanian organik:
- Sehat dan Aman: Produk organik bebas dari pestisida dan bahan kimia berbahaya, sehingga aman untuk konsumsi.
- Kualitas Tanah yang Lebih Baik: Pertanian organik berkontribusi pada perbaikan struktur tanah dan kesehatan mikroba tanah.
- Keberlanjutan Lingkungan: Mengurangi pencemaran dan mendukung keanekaragaman hayati.
- Peluang Ekonomi: Produk organik sering kali mendapatkan harga lebih tinggi di pasar.
- Kesadaran Konsumen: Masyarakat semakin sadar akan pentingnya memilih produk yang ramah lingkungan.
Pendidikan dan Pelatihan untuk Petani
Pentingnya pendidikan bagi petani dalam menerapkan sistem pertanian organik tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, sosialisasi ini juga mencakup pelatihan bagi petani di daerah tersebut. Derliana mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk beralih ke pertanian organik.
“Kami akan menyediakan pelatihan dan sumber daya yang diperlukan agar petani dapat mengadopsi teknik-teknik pertanian organik. Dengan pengetahuan yang tepat, petani akan lebih percaya diri dalam menerapkan sistem ini,” jelasnya.
Peran Masyarakat dalam Pengembangan Pertanian Organik
Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam kesuksesan penerapan ranperda sistem pertanian organik. Derliana mendorong warga untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga bagian dari perubahan yang terjadi di sektor pertanian.
“Kami berharap semua elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda, dapat berperan serta dalam sosialisasi ini. Keterlibatan mereka sangat penting untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya pertanian organik,” ujarnya.
Membangun Komunitas Pertanian Organik
Dalam rangka menciptakan ekosistem pertanian organik yang kuat, Derliana menekankan pentingnya membentuk komunitas petani organik. Dengan adanya komunitas, para petani dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta saling mendukung dalam pengembangan pertanian yang lebih baik.
- Diskusi rutin tentang teknik pertanian organik.
- Pengadaan bersama untuk kebutuhan alat dan bahan.
- Pemasaran produk secara kolektif.
- Pengembangan program pelatihan bersama.
- Jaringan dukungan antara petani dan lembaga pemerintah.
“Kami ingin membangun sebuah komunitas yang saling mendukung dan berkomitmen terhadap pengembangan pertanian organik. Bersama-sama, kita bisa mencapai tujuan ini,” kata Derliana dengan optimisme.
Dukungan Pemerintah dan Badan Terkait
Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan sistem pertanian organik. Dalam sosialisasi ini, hadir pula perwakilan dari pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.
“Kami siap membantu dalam menyusun program-program yang mendukung pertanian organik. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan ekonomi daerah,” ungkap salah satu perwakilan pemerintah desa.
Keberhasilan Melalui Kolaborasi
Keberhasilan implementasi ranperda sistem pertanian organik membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak. Derliana menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swasta untuk mencapai hasil yang diinginkan.
“Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan. Mari kita wujudkan visi ini bersama-sama,” ajaknya.
Kesimpulan
Sosialisasi ranperda sistem pertanian organik oleh Derliana Siregar merupakan langkah awal yang penting untuk mendorong masyarakat beralih ke pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah, diharapkan pertanian organik dapat berkembang pesat di Sumatera Utara, menjadikan daerah ini sebagai salah satu pelopor di Indonesia.
