depo 10k slot depo 10k
#HeadlineMedanNEWS MEDIA

Kakanwil BPN Sumut Sri Pranoto Gelar Seminar Upgrading IPPAT untuk Sinergi PPAT yang Kuat

Seminar Upgrading IPPAT yang baru saja digelar di Sumatera Utara menunjukkan pentingnya kolaborasi yang kuat antara Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dalam acara tersebut, Kepala Kantor Wilayah BPN Sumut, Sri Pranoto, memberikan arahan yang mendalam mengenai strategi peningkatan sinergi dalam pengelolaan pertanahan. Dengan latar belakang yang terus berkembang dalam kebutuhan dan tantangan sektor pertanahan, seminar ini menjadi momentum yang tepat untuk membangun fondasi kerjasama yang lebih kokoh.

Pentingnya Sinergi antara PPAT dan ATR/BPN

Dalam sambutannya, Sri Pranoto menekankan bahwa hubungan antara PPAT dan ATR/BPN seharusnya tidak hanya terbatas pada aspek administratif. Ia mengajak seluruh peserta untuk bertransformasi menuju kemitraan strategis yang lebih berorientasi pada sistem, data, dan kepercayaan. Hal ini mengindikasikan bahwa penguatan sinergi adalah langkah penting dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di bidang pertanahan.

“Kita perlu beralih dari hubungan yang bersifat administratif menjadi bentuk kemitraan yang lebih strategis dengan landasan sistem dan integritas yang kuat,” ungkapnya di hadapan peserta seminar yang antusias.

Menetapkan Standar Sinergi yang Kuat

Sri Pranoto menjelaskan bahwa ada beberapa arah dan standar yang perlu diperhatikan dalam upaya memperkuat sinergi tersebut. Pertama, perlu adanya sinergi yang berbasis pada ekosistem digital. Kedua, data tunggal sebagai sumber kebenaran yang dapat diandalkan harus menjadi prioritas. Ketiga, kolaborasi yang mengedepankan mitigasi risiko hukum melalui pendekatan berbasis risiko sangatlah penting.

  • Sinergi berbasis sistem digital
  • Data tunggal sebagai single source of truth
  • Mitigasi risiko hukum melalui risk-based collaboration
  • Standarisasi dan profesionalisme
  • Peningkatan kualitas pelayanan publik

Selain itu, Sri Pranoto juga menekankan pentingnya integritas dan penghindaran moral hazard dalam setiap tindakan yang diambil oleh PPAT dan BPN. Dengan demikian, kualitas pelayanan publik di sektor pertanahan dapat meningkat secara signifikan.

Transformasi Layanan Pertanahan di Sumut

Menurut Sri Pranoto, pelayanan pertanahan di kantor-kantor pertanahan di seluruh Sumatera Utara telah mengalami peningkatan yang signifikan selama masa kepemimpinannya. Peningkatan ini terlihat dari kecepatan, akurasi, dan kelengkapan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan transformasi dengan memperkuat digitalisasi layanan pertanahan. Kami menggunakan sistem elektronik sebagai alat kontrol untuk meminimalisir risiko hukum sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” jelasnya.

Ruang Sinergi yang Luas

Dalam seminar tersebut, Sri Pranoto juga menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang yang seluas-luasnya untuk sinergi dengan PPAT. Ruang ini mencakup integrasi data, konsultasi teknis, serta penyelesaian permasalahan bersama. Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap tantangan yang dihadapi dapat diatasi secara kolaboratif.

“Kami mengajak PPAT untuk berkolaborasi dalam berbagai aspek, mulai dari integrasi data hingga penyelesaian masalah secara bersama,” imbuhnya, menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kerjasama.

Kearifan Lokal dalam Hubungan BPN dan Masyarakat

Menariknya, dalam kesempatan ini, Sri Pranoto juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Sumatera Utara, yaitu Dalihan Na Tolu, sebagai landasan dalam membangun hubungan yang harmonis antara BPN, PPAT, dan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan memperkuat kepercayaan antara semua pihak yang terlibat.

“BPN, PPAT, dan masyarakat adalah bagian dari satu sistem yang saling berkaitan. Kita harus saling menjaga kepercayaan dan memperkuat integritas,” ujarnya, menekankan pentingnya kerjasama yang solid.

Pesan Moral dalam Pelaksanaan Tugas

Di akhir arahannya, Sri Pranoto memberikan pesan penting yang menjadi penegasan moral dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya mematuhi aturan yang ada untuk menjaga martabat dan profesionalisme dalam setiap langkah yang diambil.

“Jolo maradat, asa maradat. Berpegang pada aturan agar tetap bermartabat,” tutupnya, mengingatkan semua peserta akan tanggung jawab yang mereka emban.

Seminar Upgrading IPPAT ini bukan hanya sekadar acara formal, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun masa depan pengelolaan pertanahan yang lebih baik dan berintegritas. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan sektor pertanahan di Sumatera Utara akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Related Articles

Back to top button