Proyek Gapura Makam Ciatuy Senilai Rp147 Juta Diduga Gunakan Besi Kecil, Warga Minta Audit

Proyek pembangunan Gapura Makam Ciatuy di RT 006/RW 002, Desa Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang belakangan ini menuai perhatian dari masyarakat setempat. Dengan anggaran yang mencapai Rp147.778.000 dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026, proyek ini diduga menggunakan material besi tulangan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga mengenai kualitas serta keamanan dari bangunan yang sedang dikerjakan.
Rincian Proyek Gapura Makam Ciatuy
Proyek ini, sebagaimana tertera pada papan informasi, ditangani oleh CV. Tri Putera Contractor dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Di bawah naungan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, proyek ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih baik kepada masyarakat dalam menghormati dan mengenang yang telah tiada. Namun, tampaknya beberapa hal masih menjadi sorotan.
Kualitas Material yang Dipakai
Setelah melakukan pengecekan di lokasi, warga mencatat bahwa rangka struktur gapura menunjukkan penggunaan besi tulangan dengan ukuran yang terbilang kecil. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah material yang dimanfaatkan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis yang ditetapkan. Ketidakcocokan ini bisa berpotensi mengurangi kualitas dan daya tahan dari gapura yang sedang dibangun.
- Anggaran proyek mencapai Rp147.778.000.
- Penggunaan material besi tulangan yang diduga tidak sesuai spesifikasi.
- Waktu pelaksanaan proyek adalah 90 hari kalender.
- Pelaksana proyek adalah CV. Tri Putera Contractor.
- Proyek ini berada di bawah pengawasan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang.
Pentingnya Pengawasan dan Audit
Seiring dengan meningkatnya perhatian warga, mereka mendesak kepada pihak pengawas proyek serta Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap material yang digunakan. Tindakan ini dianggap penting untuk memastikan bahwa diameter, jumlah, dan kualitas besi yang terpasang benar-benar sesuai dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis yang telah disepakati. Pemeriksaan yang transparan akan memberikan kejelasan dan mengurangi kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Seorang warga yang mengamati proses pekerjaan menyampaikan, “Anggarannya besar, kami berharap material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi. Kalau memang ada perbedaan, harus diperiksa dan dijelaskan secara terbuka.” Hal ini menunjukkan pentingnya keterbukaan dan akuntabilitas dalam proyek pembangunan yang menggunakan dana publik.
Akuntabilitas Anggaran Publik
Isu yang diangkat oleh warga tidak hanya berkaitan dengan ukuran besi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab penggunaan anggaran publik. Dengan nilai proyek yang hampir mencapai Rp148 juta, masyarakat berharap agar hasil pembangunan gapura ini dapat memenuhi harapan akan kekuatan dan kualitas yang sesuai dengan perencanaan. Keinginan untuk memiliki infrastruktur yang baik dan aman adalah harapan setiap warga, dan hal ini harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat.
Tindakan Selanjutnya dan Harapan Warga
Hingga saat ini, dugaan adanya ketidaksesuaian material masih menunggu verifikasi teknis dan pemeriksaan dokumen RAB serta kontrak. Oleh karena itu, belum bisa ditentukan apakah pihak pelaksana proyek telah melakukan pelanggaran sebelum ada hasil pemeriksaan dari pihak berwenang. Masyarakat berharap agar pengawasan dilakukan secara proaktif sebelum proyek tersebut selesai dan diserahterimakan.
Jika hasil pemeriksaan mendatang menunjukkan bahwa material yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, warga meminta agar tindakan yang sesuai dengan ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku segera diambil. Tindakan ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek pemerintah tetap terjaga dan terhindar dari potensi penyalahgunaan anggaran.
Kesimpulan Sementara
Situasi terkait proyek gapura makam Ciatuy ini mencerminkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pembangunan infrastruktur. Dengan adanya transparansi dan akuntabilitas, diharapkan proyek ini dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Masyarakat berhak untuk mengetahui detail dari proyek yang menggunakan uang mereka, dan pihak berwenang harus siap untuk menjelaskan setiap langkah yang diambil dalam proses pembangunan.
Dengan harapan agar proyek gapura ini dapat selesai dengan baik dan sesuai spesifikasi, warga tetap berkomitmen untuk memantau perkembangan selanjutnya. Keterlibatan aktif dari masyarakat dalam memastikan kualitas proyek publik adalah langkah penting menuju pembangunan yang lebih baik di masa depan.




